Mahasiswa Universitas Tarakanita (UTarki) menunjukkan keterlibatan aktif dalam pengembangan budaya penelitian melalui partisipasi dalam The 1st PPAVI Student Research and Vocational Conference 2026. Dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pimpinan Akademi Vokasi Indonesia (PPAVI) pada 16–31 Oktober 2026 tersebut, mahasiswa UTarki mempresentasikan dua karya ilmiah yang mengangkat fenomena aktual di masyarakat, yaitu transformasi komunikasi interpersonal akibat penggunaan kecerdasan artifisial (AI) dan perilaku pembelian impulsif konsumen di era digital.
Keikutsertaan ini merupakan bagian dari upaya Universitas Tarakanita dalam memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan penelitian, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan secara ilmiah. Kedua penelitian tersebut juga mendapatkan pendampingan dosen sebagai bentuk pembelajaran kolaboratif yang menghubungkan kegiatan akademik dengan fenomena sosial di masyarakat.
The 1st PPAVI Student Research and Vocational Conference 2026 merupakan forum ilmiah mahasiswa dari institusi anggota PPAVI maupun institusi lainnya. Konferensi diselenggarakan secara asinkron sehingga mahasiswa dapat berpartisipasi melalui presentasi oral dan poster tanpa harus dibatasi oleh lokasi maupun kesamaan jadwal kegiatan. Forum ini mencakup berbagai bidang, antara lain kesehatan, sains, teknologi, teknik, bisnis, ilmu sosial, humaniora, dan ekonomi.
Selain menjadi wadah diseminasi karya ilmiah, konferensi ini bertujuan mengembangkan kemampuan komunikasi ilmiah, pembelajaran sebaya, etika presentasi, penyempurnaan penelitian melalui supervisi dosen, serta pengenalan jalur publikasi ilmiah bagi mahasiswa.
- Transformasi Preferensi Komunikasi Interpersonal Generasi Z dalam Penggunaan AI Chatbot
Karya pertama berjudul “AI Chatbot Use and Interpersonal Communication Preferences among Generation Z: A Qualitative Study of ChatGPT Users”. Penelitian ini ditulis oleh dua mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tarakanita, yaitu Bernardo Rafael Praditya Kristanto dan Benedicta Karen Jasmine Widayat, dengan supervisi Elsie Oktivera, S.S., M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi sekaligus dosen Program Studi Ilmu Komunikasi.
Penelitian ini mengkaji penggunaan chatbot berbasis AI, khususnya ChatGPT, serta kaitannya dengan preferensi komunikasi interpersonal di kalangan generasi Z. Perkembangan teknologi percakapan berbasis AI telah menghadirkan alternatif baru bagi masyarakat dalam memperoleh informasi, bertukar gagasan, dan berinteraksi dengan teknologi.
Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini berupaya memahami pengalaman pengguna serta preferensi komunikasi mereka dalam konteks penggunaan AI chatbot. Topik tersebut menjadi relevan karena semakin luasnya pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari dapat memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antara interaksi manusia dengan teknologi dan kebutuhan individu untuk tetap membangun komunikasi antarmanusia.
Kajian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai perubahan perilaku komunikasi generasi muda serta menjadi bahan refleksi bagi masyarakat, pendidik, dan praktisi komunikasi dalam menyikapi perkembangan AI. Pemanfaatan teknologi perlu disertai pemahaman mengenai pentingnya interaksi interpersonal, empati, dan kemampuan membangun hubungan sosial secara langsung.



Sumber : https://youtu.be/qsZr3hCdjVE?si=Ldx1pkSfuNxtW7Sm
- Hubungan Fear of Missing Out dan Pembelian Impulsif Konsumen Digital
Karya kedua berjudul “Fear of Missing Out and Impulsive Buying among Digital Consumers: A Systematic Literature Review”. Penelitian ini ditulis oleh mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Tarakanita, yaitu Julian Verry Sudrajat, Rafaella Krisyandari Dwilestari, Zilfa Nasya Az-Zahra Taufan, dan Feliks Maylano Neke. Penelitian tersebut mendapatkan supervisi dari Dr. Fransiscus Amonio Halawa, S.Kom., M.M. (Ketua Program Studi Bisnis Digital), dan Shifa Regita, S.E., M.Kom., dosen Program Studi Bisnis Digital.
Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara fear of missing out (FoMO), yaitu perasaan khawatir tertinggal dari informasi, pengalaman, atau tren yang dialami orang lain, dengan kecenderungan pembelian impulsif di kalangan konsumen digital. Dengan menggunakan metode systematic literature review, mahasiswa menelaah berbagai penelitian terdahulu untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fenomena tersebut.
Dalam ekosistem digital, media sosial dan platform perdagangan elektronik memungkinkan konsumen terpapar berbagai informasi mengenai tren, promosi, rekomendasi produk, serta pengalaman konsumsi orang lain. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang penting dikaji untuk memahami faktor-faktor yang dapat memengaruhi keputusan pembelian.
Penelitian ini memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat untuk mengembangkan perilaku konsumsi yang lebih bijak. Pemahaman mengenai hubungan FoMO dan pembelian impulsif dapat membantu masyarakat meningkatkan kesadaran dalam mengambil keputusan pembelian, mempertimbangkan kebutuhan sebelum bertransaksi, serta lebih kritis dalam menyikapi pengaruh media sosial dan promosi digital.
Selain memberikan wawasan mengenai perilaku konsumen, kajian ini juga memperlihatkan bagaimana pendekatan penelitian berbasis literatur dapat digunakan mahasiswa untuk mengidentifikasi dan menyintesis pengetahuan ilmiah mengenai persoalan yang berkembang di masyarakat.



Sumber : https://youtu.be/5tB5KyKNMlw?si=tHbElfwdCfA9id7C
Mengembangkan Budaya Penelitian Sejak Masa Studi
Keterlibatan mahasiswa Universitas Tarakanita dalam konferensi ini menjadi pengalaman pembelajaran yang penting dalam membangun kompetensi akademik. Melalui proses penelitian dan penyusunan artikel ilmiah, mahasiswa belajar mengidentifikasi fenomena, merumuskan permasalahan, menelaah referensi, mengembangkan argumentasi, serta menyampaikan hasil kajian secara sistematis.
Peran dosen sebagai supervisor juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pendampingan akademik membantu mahasiswa mengembangkan kualitas penelitian, memahami kaidah penulisan ilmiah, dan mempersiapkan karya untuk dipresentasikan dalam forum akademik.
Kedua penelitian mahasiswa UTarki memperlihatkan bahwa persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat menjadi sumber pengembangan ilmu pengetahuan. Perubahan pola komunikasi akibat kehadiran AI dan perilaku konsumsi dalam lingkungan digital merupakan fenomena yang membutuhkan pemahaman kritis agar masyarakat dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi secara bijaksana. Kedua penelitian ini dapat disimak di tautan berikut: https://ppavi.or.id/conferences/ppavi-student-research-vocational-conference-2026/program-book/
Melalui partisipasi dalam konferensi PPAVI, mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan, mengenal karya penelitian dari institusi lain, serta membangun pengalaman dalam komunitas akademik lintas perguruan tinggi. Pengalaman ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan ide, melakukan penelitian, dan menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Universitas Tarakanita melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) terus mendukung pengembangan budaya penelitian yang melibatkan mahasiswa secara aktif. Kegiatan penelitian tidak hanya dipandang sebagai bagian dari pemenuhan tuntutan akademik, tetapi juga sebagai proses pembentukan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, integritas ilmiah, dan kepedulian terhadap persoalan sosial.
Partisipasi mahasiswa UTarki dalam The 1st PPAVI Student Research and Vocational Conference 2026 menjadi salah satu wujud implementasi komitmen tersebut. Melalui pembinaan dan kolaborasi penelitian antara dosen dan mahasiswa, Universitas Tarakanita berharap semakin banyak karya ilmiah yang dihasilkan dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kehidupan masyarakat.






