HARMONISASI TATA NASKAH DAN MANAJEMEN REPUTASI In-House Training Terpadu Perkumpulan Perhimpunan St. Carolus
Universitas Tarakanita selalu mendukung dan memfasilitasi pemberdayaan pekerja kantoran dalam meningkatkan kapasitas profesionalitasnya. Terkait hal tersebut, Universitas Tarakanita memenuhi undangan Perkumpulan Perhimpunan St. Carolus Vereeniging (PPSC) untuk menghadirkan narasumber dalam kegiatan In House Training Terpadu. In House Training Terpadu ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para karyawan mengenai harmonisasi tata naskah dan dokumentasi resmi serta bagaimana peran institusi dalam manajemen reputasi. Kegiatan berbentuk pelatihan singkat ini berlangsung di auditorium Rumah Sakit St. Carolus Stella Maris 2.
Peserta pelatihan yang berlangsung pada Rabu 1 April 2026 ini diikuti sejumlah 40 peserta yang terdiri atas para karyawan PPSC baik dari karyawan non-medis maupun karyawan medis. Antusiasme dan apresiasi yang tinggi dari para peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan tambahan wawasan yang bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan kerja mereka.
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Tarakanita menghadirkan para dosen terbaik di bidangnya untuk memberikan materi yang tidak hanya inspiratif, tetapi juga aplikatif bagi pengembangan kompetensi karyawan. Materi yang disampaikan meliputi Harmonisasi Administrasi dan Tata Naskah dalam Group serta Manajemen Reputasi dalam Organisasi.
Materi Harmonisasi Administrasi dan Tata Naskah disampaikan oleh Ibu Astuti Widiati, S.S., S.E., M.Pd., selaku dosen bidang kesekretarisan Universitas Tarakanita. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa tata naskah yang baik harus disusun secara sistematis, jelas, dan efektif, dengan prinsip satu surat memuat satu pesan sesuai perihalnya. Selain itu, beliau menambahkan bahwa penting bagi pengirim pesan untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan dapat diterima, dipahami, dan ditindaklanjuti sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Pelatihan Materi Harmonisasi Administrasi dan Tata Naskah
Sumber: Dokumentasi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Pada sesi I ini, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya tata kelola arsip yang baik, seperti memiliki prosedur penyimpanan yang disepakati bersama, keseragaman dalam penamaan folder, serta penyimpanan dokumen yang terstruktur agar memudahkan pencarian dan meningkatkan efisiensi kerja.
Sementara itu, sesi II dengan materi Manajemen Reputasi dalam Organisasi disampaikan oleh Ibu Dr. Dra. Paula Tjatoerwidya Anggarina, M.M., selaku Direktur Kerja Sama, Humas, dan Marketing sekaligus dosen Program Studi Bisnis Digital Universitas Tarakanita. Dalam pemaparannya, Ibu Paula menjelaskan bahwa reputasi organisasi terbentuk dari pengalaman, persepsi, serta kinerja organisasi yang kemudian dievaluasi oleh para stakeholder, baik internal maupun eksternal.

Pelatihan Materi Manajemen Reputasi dalam Organisasi
Sumber: Dokumentasi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Reputasi yang baik mencerminkan tingkat kepuasan terhadap organisasi dan perlu dikelola melalui penguatan hubungan, pengendalian risiko, serta upaya membangun dan mempertahankan citra positif. Dalam hal ini, peran Humas atau Public Relations sangat penting dalam mengelola komunikasi internal dan eksternal, sementara marketing berperan dalam mendukung penjualan. Labih lanjut lagi, Marketing Public Relations menjadi perpaduan strategi komunikasi dan pemasaran yang terintegrasi.
Sebagai penutup sesi Ibu Paula menegaskan pula pentingnya komunikasi yang efektif dalam menjaga reputasi organisasi. Informasi yang tidak akurat serta penyampaian yang tidak terstruktur dapat menimbulkan kesalahpahaman dan berdampak negatif terhadap citra organisasi.

Penyerahan Cinderamata kepada Narasumber
Sumber: Dokumentasi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Melalui kegiatan ini, Universitas Tarakanita berharap para peserta mampu menerapkan prinsip harmonisasi administrasi, tata kelola arsip, serta manajemen reputasi secara konsisten dalam lingkungan kerja. Hal ini dilakukan demi terciptanya sistem kerja yang lebih tertib, profesional, dan komunikatif. Semoga kelak kerjasama ini dapat terus terbina dengan baik demi pengembangan positif kedua institusi.


