Universitas Tarakanita Dorong Pemberdayaan Desa melalui Kolaborasi dan Inovasi

Komitmen Universitas Tarakanita untuk menghadirkan perguruan tinggi yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui keterlibatan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) kolaboratif di Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026 ini mempertemukan akademisi dari berbagai perguruan tinggi dengan masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya menggali potensi lokal serta merumuskan peluang pengembangan masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Universitas Tarakanita hadir melalui Rektor Universitas Tarakanita, Dr. Antonius Singgih Setiawan, S.E., M.Si., Ak., ACPA, dan salah satu dosen, Suzan Bernadetha Stephani, MM. Keterlibatan keduanya menjadi bagian dari kontribusi Universitas Tarakanita dalam membangun jejaring akademik sekaligus memperluas ruang kolaborasi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kolaboratif yang diinisiasi oleh Ikatan Dosen Katolik Indonesia (IKDKI) dengan mengusung semangat pemberdayaan masyarakat melalui inovasi, digitalisasi, dan kerja sama lintas keilmuan. Desa Sidosari dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki beragam potensi masyarakat yang dapat dikembangkan, baik dalam bidang ekonomi, pertanian, kepemudaan, pengelolaan kelembagaan desa, maupun lingkungan.

Keterlibatan Universitas Tarakanita dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak harus dilaksanakan secara sendiri-sendiri oleh sebuah perguruan tinggi. Kolaborasi justru memungkinkan berbagai kompetensi akademik dipertemukan untuk memberikan perspektif yang lebih luas terhadap kebutuhan masyarakat. Dalam kegiatan di Sidosari, para akademisi berdialog langsung dengan masyarakat untuk memahami persoalan sekaligus mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan.

Pendekatan tersebut terlihat dari pengelompokan peserta berdasarkan bidang dan kebutuhan masing-masing. Masyarakat yang terlibat berasal dari berbagai unsur, antara lain pelaku UMKM, kelompok petani, pemuda Karang Taruna, pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), komunitas peduli sungai, serta aparat pemerintah desa. Dengan pembagian tersebut, diskusi dapat diarahkan pada persoalan yang lebih spesifik dan memungkinkan munculnya gagasan yang lebih relevan dengan kondisi lapangan.

Pada kelompok UMKM, misalnya, pembahasan diarahkan pada peluang penguatan kapasitas usaha dan pengembangan potensi produk lokal. Sementara itu, kelompok pertanian mendiskusikan berbagai kemungkinan pengembangan kegiatan produktif yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kelompok pemuda memperoleh ruang untuk membicarakan peran generasi muda dalam pengembangan desa, sedangkan BUMDes dan pemerintah desa dapat melihat peluang penguatan kelembagaan serta pengelolaan potensi lokal. Dimensi lingkungan juga menjadi bagian dari kegiatan melalui keterlibatan komunitas peduli sungai. Hal ini memperlihatkan bahwa pembangunan masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kualitas lingkungan dan keberlanjutan sumber daya yang dimiliki desa.

Bagi Universitas Tarakanita, keterlibatan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dari semangat kampus berdampak. Pengetahuan yang dikembangkan melalui proses pendidikan dan penelitian perlu memiliki ruang untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Kehadiran dosen di tengah masyarakat menjadi kesempatan untuk membagikan kompetensi akademik sekaligus belajar dari pengetahuan lokal dan pengalaman masyarakat. Pola kolaborasi semacam ini memiliki arti strategis dalam pengembangan kegiatan PKM ke depan. Universitas Tarakanita terus mendorong dosen untuk mengembangkan program pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada pembentukan kemitraan dan keberlanjutan dampak.

Kegiatan ini juga memperkuat pemahaman bahwa masyarakat bukan hanya penerima manfaat program, melainkan mitra yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan potensi yang penting dalam menentukan arah pengembangan wilayahnya. Oleh sebab itu, proses pengabdian perlu dibangun melalui dialog, partisipasi, dan penghargaan terhadap kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.

Keterlibatan Universitas Tarakanita dalam PKM kolaboratif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun jejaring pengabdian yang lebih luas. Kerja sama dengan perguruan tinggi lain, organisasi profesi, pemerintah desa, komunitas, dan kelompok masyarakat memberikan kesempatan bagi Universitas Tarakanita untuk memperluas kontribusi akademiknya sekaligus membuka peluang pengembangan program lintas disiplin.

Melalui kegiatan ini, Universitas Tarakanita menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Semangat “cerdas, berintegritas, bermakna” tidak hanya diwujudkan dalam proses pembelajaran di lingkungan kampus, tetapi juga melalui karya dan pengabdian yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Penulis: Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarakanita

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *