Universitas Tarakanita Dorong Pengembangan Kompetensi Generasi Muda melalui Workshop Public Speaking
Kemampuan berkomunikasi secara efektif merupakan salah satu kompetensi penting yang dibutuhkan generasi muda untuk menghadapi tantangan pendidikan, kehidupan sosial, maupun dunia profesional. Menyadari pentingnya keterampilan tersebut, Universitas Tarakanita turut berkontribusi dalam pengembangan potensi siswa melalui kegiatan Workshop Public Speaking yang dilaksanakan di SMA Fransiskus 2 Jakarta Timur pada Selasa, 29 September 2026, dan SMA Santo Yoseph Harvest City, Bekasi, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan F.A. Wisnu Wirawan, S.Pd., M.Si., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tarakanita, sebagai narasumber pada kedua sekolah. Melalui workshop ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenali pentingnya keterampilan berbicara di depan umum sekaligus mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas, terstruktur, dan percaya diri.
Pelaksanaan workshop di kedua sekolah tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi dosen Universitas Tarakanita dalam mendukung pengembangan diri generasi muda. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), yaitu berbagi pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki perguruan tinggi agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui penguatan kapasitas peserta didik di lingkungan sekolah.
Workshop yang berkolaborasi dengan University Connect (penyelenggara event pendidikan) dan Direktorat Kerjasama, Humas dan Marketing Universitas Tarakanita ini mengajak siswa memahami bahwa kemampuan public speaking tidak semata-mata berkaitan dengan keberanian berbicara di hadapan banyak orang. Keterampilan tersebut juga mencakup kemampuan menyusun pesan, memahami audiens, mengelola rasa gugup, menggunakan intonasi dan ekspresi secara tepat, serta menyampaikan ide dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada teknik komunikasi yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Pendekatan yang interaktif dan berorientasi pada praktik memberikan ruang bagi siswa untuk mengenali potensi diri serta membangun kepercayaan diri ketika menyampaikan pendapat di depan orang lain.
Antusiasme siswa dalam mengikuti workshop menunjukkan bahwa keterampilan public speaking dipandang relevan dengan kebutuhan mereka. Kemampuan ini diperlukan tidak hanya oleh siswa yang bercita-cita menjadi pembicara atau tampil di panggung, tetapi juga oleh siapa pun yang perlu menyampaikan gagasan, bekerja sama, berdiskusi, dan membangun hubungan dengan orang lain. Dengan keterampilan komunikasi yang baik, siswa diharapkan dapat lebih siap menghadapi beragam tantangan akademik maupun sosial. Melalui materi dan pengalaman praktik yang diberikan, siswa juga diajak untuk memahami bahwa komunikasi yang efektif membutuhkan persiapan, penguasaan materi, kemampuan mendengarkan, serta kepekaan terhadap audiens. Keberanian berbicara perlu disertai dengan tanggung jawab terhadap pesan yang disampaikan sehingga komunikasi tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga memiliki tujuan dan makna.
Workshop ini juga memperlihatkan pentingnya penguatan kompetensi individu sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia. Siswa yang mampu berkomunikasi dengan baik memiliki bekal untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran, menyampaikan pemikiran secara kritis, bekerja dalam tim, serta membangun kepercayaan diri ketika menghadapi lingkungan baru. Kegiatan pengembangan keterampilan seperti ini sebagai salah satu bentuk kontribusi akademisi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pengetahuan dan pengalaman dosen dapat diimplementasikan melalui kegiatan yang aplikatif, sehingga manfaat pendidikan tinggi dapat dirasakan oleh peserta didik secara langsung. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus membuka ruang kolaborasi antara Universitas Tarakanita dan sekolah dalam mendukung pengembangan potensi serta kompetensi generasi muda.
Bagi Universitas Tarakanita, keterlibatan dosen dalam kegiatan pengembangan kompetensi siswa merupakan wujud keterhubungan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan. Perguruan tinggi memiliki peran yang lebih luas daripada pelaksanaan pendidikan di lingkungan kampus, yakni turut membagikan pengetahuan dan keahlian kepada masyarakat serta mendukung proses pembelajaran yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan sekolah menjadi salah satu ruang untuk menjalankan peran tersebut secara konkret. Universitas Tarakanita menegaskan pula komitmennya untuk berkontribusi dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Semangat Cerdas, Berintegritas, Bermakna diwujudkan melalui upaya berbagi pengetahuan, menumbuhkan kepercayaan diri, dan membekali generasi muda dengan keterampilan yang dapat mereka gunakan dalam perjalanan pendidikan maupun kehidupan profesional di masa depan.
Penulis : FA. Wisnu Wirawan
Dokumentasi : University Connect














Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!